Preh-Solusi - Puluhan orang saban sore menjelang senja menikmati suasan Waduk Jeulikat di Desa Jeulikat, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh. Waduk buatan inii menjadi pesona baru bagi obyek wisata yang ada di Aceh. Bagi yang ingin pergi ke kota Lhokseumawe jangan lupa singgah di tempat tersebut karena tempatnya sangat bagus untuk dan pemandangannya juga sangat bagus.
Untuk menuju kawasan wisata itu sangat mudah. Jika melintas jalan Medan-Banda Aceh, Anda bisa menuju kawasan itu lewat Simpang Elak Kampus STAIN Malikussaleh di Buket Rata, Lhokseumawe. Berbeloklah ke kiri lalu ikuti jalan aspal dua jalur yang membentang sekitar 5 km. Begitu melihat Markas Brimob, nah lokasi obyek wisata itu ada di sana. Jalur lainnya, jika anda bisa memilih jalur Simpang Kandang lalu ikutilah jalan itu sampai bertemu simpang empat. Setelah itu berbeloklah ke kanan maka Anda akan bertemu markas Brimob, nah di situlah obyek wisata itu.
Obyek wisata ini menawarkan keindahan waduk buatan. Hamparan tampungan air membentang. Di pinggir waduk di siapkan pondok untuk bersantai-santai. Semilir angin membawa keseukan sembari pengunjung bersantai. Saban senja puluhan muda-mudi, kalangan remaja dan dewasa menyemut memadati waduk itu. Untuk makanan dan minuman, tak perlu khawatir, di situ tersedia berbagai macam makanan dan minuman ringan yang di tawarkan untuk pengunjung. Jika ingin bersantai sambil membakar ikan silakan.
Pengunjung hanya di bebankan biaya parkir kendaraannya saja. Untuk yang roda empat biaya parkir hanya keluar sebesar Rp.10.000 saja per kendaraan sedangkan untuk yang roda dua biaya parkir hanya keluar sebesar Rp.5.000 saja per kendaraan. Murah bukan!!
"Waduk ituu dekat kota. Sehingga wajar kalau banyak sekali yang berkunjung," ujar salah seorang pengunjung.
Pengunjung lainnya terpesona dengan tangga-tangga indah yang di lapisi dengan keramik. Di situ, biasanya muda-mudi berfoto-foto ria. Kini, waduk Jeulikat berhasil menarik perhatian pengunjung yang ada di Aceh. keindahannya menjadi salah satu pesona yang menjadi buruan para photographer.
Sumber:wisataaceh.com

1 komentar:
komentar(y)
Reply