Preh-Solusi – Pembalap senior Tim
Movistar Yamaha, Valentino Rossi, gagal menjadi juara di seri kedua MotoGP 2016
pada Senin 4 Juli dini hari WIB. Dalam balapan di Argentina tersebut, Rossi
harus puas berada di posisi dua di belakang pembalap Tim Repsol Honda, Marc
marquez.
Rossi dan Marquez
sejatinya berhasil menjadi dua pembalap terdepan di Argentina. Keduanya bahkan
saling menyerang untuk mendapatkan posisi terdepan. Namun, persaingan keduanya
kandas usai mereka memasuki pit
stop.
Rossi dan Marquez
memasuki pit stop karena cuaca berubah menjadi gerimis.
Saat itu kedua pembalap langsung mengganti ban yang juga mengharuskan berganti
motor. Usai pergantian motor tersebut, Rossi langsung membalap dengan tidak
sempurna.
Usai balapan, dirinya
langsung menyayangkan keputusan timnya. Menurut dia, motor kedua tidak berjalan
sebaik motor pertama. Hal tersebut membuat dirinya gagal bersaing dengan
Marquez di depan. Tak hanya itu, The
Doctor bahkan
juga yakin bahwa dengan menggunakan motor pertama, ia bisa saja keluar menjadi
juara.
“Pada akhirnya, sungguh
memalukan kami harus mengganti motor. Bagi saya, motor pertama sangat
kompetitif,” ujar Rossi.
“Dengan kecepatan
tersebut, saya bisa saja keluar menjadi juara. Ini juga menjadi suatu hal yang
memalukan karena sebelumnya kami tidak memiliki masalah dengan ban. Tetapi
dengan motor yang kurang dipsersiapkan, kami harus kesusahan,” tandasnya.
Sumber:sports.okezone.com
